Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

dear opik yang mau berumur dua puluh tiga tambah satu,

  Dear Opik yang berumur dua puluh tiga tambah satu, Aku adalah opik yang berumur dua pulu tiga. Aku ingin berbagi sesuatu tentang apa yang sudah terjadi di umur dua puluh tiga tahun. Aku sudah melalui banyak hal dan yap kamu berhasil bertahan hingga sekarang. Aku sudah melakukan yang terbaik di umur ini, aku hebat, aku keren dan aku bahagia selama ini. Jika diingat lagi apa saja yang sudah aku lalui di umur dua puluh tiga yaitu: -           Aku sudah lulus kuliah dan meraih gelar sarjana. -           Aku sudah pernah bekerja sebagai tutor BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) -           Aku sudah pernah mendapat gaji -           Aku sudah melalui momen terburuk, yaitu, suka overthinking dan anxiety dalam waktu bersamaan. -           Aku suda...

Skripsi kini hanyalah sebuah kenangan (parttwo)

Gambar
  Juli, 2019             Bulan juli disibukkan dengan pengerjaan revisi dan bab 4 skripsi. Aku bolak-balik perpus kampus- rumah atau perpus pusat- rumah, bahkan perpusda-rumah untuk mengerjakan skripsiku. Oh ya fyi aja, alasan aku sangat bersemangat untuk menyelesaikan skripsiku selain aku ingin segera wisuda ialah segera pulang ke Surabaya dan tinggal bersama keluargaku lagi. Maka dari itu, aku sungguh sangat bersemangat ehehe.             Setelah mengerjakan bab 4, aku juga melakukan bimbingan dengan dosen B. Bimbingan dengan dosen B itu nyaman. Kita bisa berdiskusi dengan santai dan cara beliau menerangkan juga enak dan mudah dipahami. Agustus, 2019             Bulan Agustus, menjadi bulan kesengsaraan diriku hohoho. Kenapa? Aku mendapatkan sakit asam lambung untuk pertama kali, karena stress dengan tuntutan ...

Skripsi kini hanyalah sebuah kenangan (partone)

  Semua keribetan, kesusahan, dan segala capek yang aku pertaruhkan untuk menulis skripsi sudah selesai dan berakhir dengan sebuah kenangan. *terharu*   Aku sangat bersyukur sekali, saat pengerjaan skripsi, aku menikmati semua prosesnya. Aku menikmati menunggu dosen. Aku menikmati menulis skripsi hingga tengah malam. Aku menikmati sakit hati dengan kritikan dosen. Aku menikmati momen terlambat dibandingkan teman lainnya. Aku menikmati itu semua. Aku percaya momen skripsi itu akan segera aku lalui. Dan yap memang benar, aku berhasil melaluinya. Namun, aku juga merasakan momen dimana aku ingin menyerah dengan proses skripsi tersebut. Aku cukup menyesal, aku tidak menuliskan perasaanku saat itu dalam bentuk tulisan. Hari ini, aku ingin recalling momen skripsi tersebut. Maka dari itu, recalling poison pls come to me. Ehehe.   Februari, 2019             Bulan Februari tahun dua ribu Sembilan belas. Aku sudah mulai ...

NONTON SHINee BEYOND LIVE PERTAMA KALI

      Whoaaa, kemarin adalah hari yang bahagia. Akhirnya aku nonton konser SHINee secara LIVE tapi secara online ahaha. Ada beberapa hal yang tak terduga yang aku alami. Salah satunya aku tiba-tiba nangis di pengujung acara konser ahaha.      Aku mau cerita bahwa mereka sungguh keren. Suara dan performance mereka are LIT. Sumpah. Aku ingin kasih banyak pujian kepada mereka. Mereka benar-benar berhasil mengobati rasa kangen Shawol sama SHINee. Performance yang sangat amat aku sukai adalah Juliette band vers. Disini suara Jonghyun juga bergema dengan indah. Meskipun Jonghyun udah nggak ada lagi, tapi selama acara konser Beyond Live ini berasa Jonghyun juga ikut. Yap benar apa kata Minho bahwa SHINee selamanya lima. Lagu Don't call me, lagu kesukaanku akhir-akhir ini entah aku berapa kali muter lagunya, perfomance mereka di lagu ini juga keren abis. Sayang, nggak ada lagu Body Rhythm, t tapi sempet juga sih Minho nari lagu ini. Lagu baru mereka juga bagus bang...

SELESAI

     Selesai adalah kata yang cocok dengan keadaan ini. Selesai apa? Selesai menjadi tutor Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing alias BIPA. Sebenarnya, meninggalkan pekerjaan sebagai tutor BIPA itu cukup berat. Aku sebagai tutor BIPA selama enam bulan ini merasakan rasa kehilangan.      Kata selesai bermula dari murid-muridku ingin rehat sejenak karena mereka sedang ujian. Setelah itu, tidak ada kabar sama sekali dari mereka. Hingga di satu waktu, aku mencoba mendekati mereka kembali untuk menanyakan apakah kegiatan belajar bahasa Indonesia tetap dilanjut atau tidak. Nyatanya, mereka tidak menjawab pesanku seperti biasanya. Huff sedih sebenernya. Selesai sepihak ceritanya ahaha.      Setelah mengetahui tidak ada jawaban dari mereka, aku berusaha muhasabah diri. "Mengapa ini terjadi?' wkwkw berlebihan. Terlepas dari ujung yang menggantung diantara kita (aku dan murid-muridku), aku sudah sangat bersyukur bisa berbagi ilmu dengan mereka. Sebenar...