satu tahun bersama sesosok NPD
Aku rasa, satu tahun sudah cukup untuk bersamanya, menemaninya, dan saling belajar satu sama lain. Tidak menyangka, jika aku hidup satu rumah dengan sesosok manusia yang tergolong NPD. Aku mengenalnya melalui pekerjaanku yang terbaru, Guru. Bendera merah sudah terasa ketika mulai berkenalan melalui chat. Aku bertanya apa, dia jawab apa. Terlalu TMI (Too Much Information) jika berbincang dengannya. In a short, kita akhirnya bertemu. Aku dengan sifatku yang polos dan menerima semua karakter manusia, serta aku dikenal orang yang paling sabar menghadapi seseorang, bertemu dengannya yang inginnya semuanya adalah tentang dia. Jika pendapatnya dibantah, dia akan selalu mempunyai seribu alasan agar dia tidak terlihat salah. Padahal melakukan kesalahan adalah suatu kewajaran sebagai manusia. Kita juga baru saja menjadi manusia. Sebelumnya belum memiliki riwayat menjadi manusia sebelumnya. Namun, dia berbeda. Dia selalu ingin jauh dari rasa kurang dari diri. Aku yang memiliki rasa percaya diri y...