satu tahun bersama sesosok NPD

Aku rasa, satu tahun sudah cukup untuk bersamanya, menemaninya, dan saling belajar satu sama lain. Tidak menyangka, jika aku hidup satu rumah dengan sesosok manusia yang tergolong NPD.


Aku mengenalnya melalui pekerjaanku yang terbaru, Guru. Bendera merah sudah terasa ketika mulai berkenalan melalui chat. Aku bertanya apa, dia jawab apa. Terlalu TMI (Too Much Information) jika berbincang dengannya. In a short, kita akhirnya bertemu. Aku dengan sifatku yang polos dan menerima semua karakter manusia, serta aku dikenal orang yang paling sabar menghadapi seseorang, bertemu dengannya yang inginnya semuanya adalah tentang dia. Jika pendapatnya dibantah, dia akan selalu mempunyai seribu alasan agar dia tidak terlihat salah. Padahal melakukan kesalahan adalah suatu kewajaran sebagai manusia. Kita juga baru saja menjadi manusia. Sebelumnya belum memiliki riwayat menjadi manusia sebelumnya. Namun, dia berbeda. Dia selalu ingin jauh dari rasa kurang dari diri. Aku yang memiliki rasa percaya diri yang cukup kurang, juga berusaha untuk menerima atau embrace segala kekurangan yang aku punya. Dan sepertinya dia tidak pernah menonton Film Sherina. Padahal Sherina dan Derby Romero sudah pernah mengatakan jika kita manusia pasti punya kesalahan, yang mengakui kesalahan ialah pahlawan sejati. Sepertinya dia belum lahir atau memang dia kamseupay *eh xixixi. Canda. Back to topic, saat itu aku harus mengurus semua pemberkasan bersamanya. Pemberkasan yang sungguh ribet dan kebetulan lokasinya sungguh sangat jauh pastinya sudah menghabiskan energi, namun aku harus membaginya dengan menghadapinya. Bayangkan saja. Pusing dan ribet. 
Selama mengurus pemberkasan, dia memang hanya fokus pada dirinya sendiri dan sering sekali menjatuhkan mentalku. Hingga di satu titik, aku sangat capek sekali dengan semua yang aku hadapi. Bisa-bisanya dia ribet dengan dirinya sendiri serta melibatkan aku dengan keribetannya. Mantap bukan? Bahkan menangis pun tidak cukup. Ingin aku maki dirinya. Tapi, aku urungkan. Aku baik. Awalnya, aku bingung sekali menggambarkan sifatnya dengan salah satu sifat manusia. Akhirnya, temanku yang aku ajak curhat menyebut sifat yang sangat tren saat ini, "pick me" person. Nah. Itulah dia. 


Kenapa aku bisa menyebutnya NPD? Wait. Ceritanya panjang sekali. Mari lanjut dengan kisahku. 


Seiring berjalannya waktu, aku harus hidup satu atap dengannya. Dia semakin menunjukkan sifat yang aneh, menurutku. Aku baru kali ini menemukan orang macam dia. Dia selalu merendahkan aku, karena dia tau aku hanya diam saja dan tidak membalas. Dia suka melewati batasku. Omongannya dia tuinggi sekali hingga melampaui lapisan atmosfer terluar bumi. Dia suka halu. Suka ngarang cerita. Dia suka iri. Ketika aku dan temanku beli sesuatu, dia selalu ingin beli hal sama atau beli sesuatu yang lebih. Dia sangat manipulatif. Ini adalah sesuatu yang merugikanku. Dia bisa saja menyebarkan sesuatu yang buruk tentangku untuk dia terlihat menyedihkan atau dia lebih unggul. Anjing bukan? Eh astaghfirullah. Ketika aku nulis gini, aku masih kesel kalau inget sikap-sikap dia tuh. Hatinya keras sekali. Tidak ada empati sama sekali. 


Nah, hingga di titik aku penasaran dengan alasan apa sih yang menelatarbelakangi dia seperti ini? Akhirnya aku menemukan term NPD (Narcisstic Personality Disorder). Memang aku tau, kita tidak boleh untuk labeling someone sebelum tanya ke psikolog atau pskiater. But wait guys, semua ciri-cirinya ada pada dirinya. Kalian tau nggak, rasanya aku yang gila ngadepin dia. Dan bener banget dah kalau ada yang bilang, orang NPD gak pernah sadar dan gak akan pergi ke psikolog/pskiater karena dia gak sadar dan yang bakal ke psikolog/pskiater adalh korbannya. 


Banyak sekali kejadian unik, aneh nan ajaib yang dilakukannya. Entah itu terhadapku, temanku, rekan kerjanya, bahkan ke tetangga. Tidak bisa aku sebutkan satu-satu karena kalau diceritain bakal tebal bagai kamus dan aku kalau inget tuh capek banget. 
Kabar baiknya, akhirnya aku memilih untuk keluar rumah dari sesosok NPD ini. Aku akan pindah di bulan Oktober. Semoga ini menjadi pilihan yang terbaik dan aku bisa menikmati hidup yang lebih baik lagi. Aku tau membuang dia tidak membuang segala hal tidak baik tidak terjadi, namun aku meminimalisir hal yang tidak baik. 


Saat proses pindah ini aja, ada saja gebrakan yang dia lakukan. Memberikan kabar buruk tentangku dan temanku. Lagi-lagi manipulatif. Namun, kejadian ini bukan hal pertama. Aku hanya perlu bersabar hingga menanti bulan Oktober. Nanti, aku akan memberikan kabar terkini setelah aku pindah. 


Semoga kalian dijauhkan sesosok NPD ini. Ini melelahkan, guys. Kalu udah bendera merah diawal. Run. Langsung di hari pertama. Okay? 
Sekian. BAIY!
Sofya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hantu 👻

selamat ulang tahun, aku 🎂🎉🥳