Maba semester dua
Ini kejadian paling konyol sejagad raya.Cerita dari maba yang masih polos kayak martabak tanpa misis,kacang dsb.Maba ini bisa dibilang maba yang dudul.Maba itu adalah AKU.Kenapa kenapa?.Di hari pertama,hari ini jam tujuh pagi.Ceritanya udah semangat pagi ikut kuliah pagi tau-taunya ujungnya zonk #KRENYES.
Gini nih ceritanya.Aku berangkat sperti biasa bereng omku dan diturunkan di pinggir jalan *ngenes* haha nggak ngenes-ngenes amat lah,aku diturunin di pinggir jalan soalnya udah gak sepaham,eh sejalan maksudnya ah kamper jadinya,eh baper.Dilanjut naik angkot arah kampyus.Dateng di depan gang menuju fakultas tertjintah.Liat jadwal dan jadwal kasih tau aku kalau aku harus masuk di ruang lima gedung G.Ok! aku liat kelasnya dan udah ada dosen yag siap duduk di depan.Aku masuk dengan pikiran "waduh aku telat nih" dan kenyataannya JAJAAANG~ cuma ada orang tiga yang duduk dan aku duduk di bangku ketiga dari depan.Tiga orang tersebut adalah wajah-wajah yang asing dan GAKPERNAH AKU LIAT.Ok lah pikirku mungkin ada temennya.Sampai bel bunyi temenku belum juga menunjukkan wajahnya di kelas.Setelah bel bunyi,si Qisme temenku belum dateng-dateng juga.Sial pikirku! mungkin aku salah kelas.Mau dimulai si Qisme akhirnya muncul dan aku mulai merasakan kelegaan.Ok sip! Mata kuliah dimulai,dosen sudah mulai bercakap ria.Aku dan Qisme mulai bimbang melihat seluruh isi kelas adalah wajah-wajah asing di mata kita.Dosen menayangkan proyektor yang isi slide-nya adalah pembagian kelompok.Njiiir kataku dalam hati.Kita mulai gelisah tak menentu,bulir-bulir keringat mulai bermunculan,jantung berpacu lebih kencang dari biasanya.Sumpaaaaah!.Oh ya,setelah Qisme dateng kita putuskan untuk pindah tempat duduk di belakang sendiri,So,bayangin aja.Qisme bilang "ini isinya senior yang semester empat yang ambil ini" aku pun telat sadar.Mata kuliah ini adalah mata kuliah pilihan sisa SKS-ku yang aku ambil dari semester empat.Aku yang mulai membayangkan bagaimana caranya untuk keluar kelas sembari Qisme sudah memaksa untuk keluar kelas akhirnya kita puuskan saat kelas sedang ricuh karena sesuatu.Kita maju ke depan Dosen dan mulai menerangkan keluh kesah kami.Aku liat absen di meja dosen yang tergeletak yang terlihat terbuka sedikit,disanalah ada namaku dan nama Qisme terpampang nyata di absen paling belakang dengan NIM yang berawalan 15.So,emang bener angkatan tahun 2015 cuma aku sama Qisme.Alhamdulillah dosennya baik dan membolehkan kita mengurus jadwal untuk pindah.Terimakasih bapak^^* *cium* hahaha.
Setelah kita keluar,perasaan lega pun datang.Kita bergegas menuju akademik untuk mengurus jadwal kita.Sayangnya kelas yang kami inginkan pun sudah penuh.Bagian akademik bilang "kalian harus nemu dua orang yang ingin tuker kelas dengan kami".Alhamdulillah temenku punya kenalan senior dan segera aku menyebarkan informasi yang sangat penting itu.Terlihat peluang untuk mendapatkan pengganti itu sulit.Kita putuskan bikin tulisan dan ditempelkan di mading.Menunggu dan menunggu.kubuka handphone tak ada notifikasi pesan masuk.Untungnya,aku bertemu kakak senior yang ada di kelas zonk tadi.Mbaknya tanya dengan hati penasaran mungkin "dek tadi itu salah kelas?" aku pun menjawab dengan saksama dengan tempo yang sesingkat-singkatnya hahha.Akhirnya pun aku mulai minta tolong ke mbaknya untuk sebarin infoku yang ingin tuker kelas.Mbaknya membawa kabar gembira,dia punya temen yang ingin pindah kelas.Pikirku cuma satu,ternyata dia pindah bersama pacarnya.Alhamdulillah akhirnya udah diganti juga.Ok aku masih maba polos sepolos polosnya.Dari cerita itu mebuat hatiku was-was.Kalau aku gak ada temennya seangkatan gimana.Apalagi aku MKU gak ada yang bareng sama aku ditambah temenku bilang "tadi pas MKU yang angkatan 15 cuma dikit sisanya angkatan 14" OMEGAAAAA~ GIMANCEE INI.Berharap esok ada sebuah keajaiban datang,aku dapet temen yang kenal di kelas PANCASILA aamiin.Doain aku ya guys~satu doamu membantuku buat punya temen.
Sebenernya boleh jugasih kalo campur sama senior,tapi kaaaaan dengan embel-embel senior pasti anggepannya dia ilmunya lebih tinggi dibanding aku.Ok ini menjadi sebuah pengalaman yang sangaaaddhhh berharga.Tidak ada kesalahan berarti kita tidak sedang belajar*heaaak* SALAM ZIPPER! BLACK WAYS *sesat* ahahhaaha.
Maaf atas segala ke-typo-an karena tulisan ini ditulis dengan perasaan yang menggebu.Haha #KRENYES
Bow! Bye!
Writer: Sofya Poerwanta
Komentar
Posting Komentar