#OPIKMAUSEKRIPSYIH PART THREE

Akhirnya aku merasakan apa yang telah dirasakan oleh mahasiswa yang telah melewati semester tujuh. Buat kalian yang masih belum menempuh semester tujuh, percayalah bebanmu belum seberat ini. Seperti yang pernah aku bilang kalau di semester tujuh ini untuk Sastra Inggris di Universitasku masih menempuh beberapa mata kuliah yang diantaranya itu sudah menyinggung  pembuatan skripsi, yaaak buku kramat untuk mendapatkan gelar SARJANA.

Aku stress aseli, parah tingkat adiknya Thor lah *Loki* *duhkan aneh? Ahaha. Emang aku belum seribet apa, tapi percayalah aku sudah muter-muter sendiri. Gupuh sana gupuh sini. Mikir itu mikir ini. Aku sempet sudah punya gambaran apa yang harus aku teliti beserta datanya. Sempet satu hari, aku diskusi dengan salah satu dosenku dan beliau mengatakan bahwa masalah yang aku angkat itu kurang greget. Setelah mendapatkan kritik dan saran dari beliau, aku langsung berusaha menemukan masalah dan  mempelajari teori-teori. Dalam satu hari itu, aku menemukan bahasan dan masalah yang menurutku oke untuk diangkat. Beberapa harinya, aku diskusi kembali dengan dosenku yang lain. Alhamdulillah, dosen ini lebih “ngemong” atau bahasa halusnya lebih membimbing serasa aku anaknya gituu. Data yang aku sampaikan di-approved  dan bisa diteliti, tetapi harus ada masalah lain yang harus diangkat. Okesip, setelah berdiskusi aku mulai memutar otakku kembali dan mulai memikirkan “apa yang harus aku bahas dengan dataku ini?”. Akhirnyaa, aku menemukan beberapa jurnal dan menemukan sedikit pencerahan.

Merangkai janji bersama dosen agak sedikit greget. Pertama, aku datang tanpa janjian, beliau sepertinya sibuk dan akhirnya berujung tidak jadi. Kedua, aku dan temen-temen yang punya bahasan yang sama mencoba merangkai sebuah janji untuk bertemu dan sayangnyaaa beliau berada di luar kota, okesiip tidak jadi lagi. Ketiga, merangkai janji kembali dan beliau ingin bertemu hari ini pukul 10 pagi. Semoga bisa menemukan titik terang. Aamiin. 

Selama menunggu hari untuk bertemu beliau, aku mempersiapkan segala macam apa-apa aja yang harus aku tanyakan dan aku harus punya bekal tentang materinya biar beliau merasa gak sia-sia menerangkan. Aku mempelajari semua, mencari segala referensi , memahami segala teori dan menyamakan data, serta  masalah apa yang harus aku angkat untuk dibahas. Nahhh, baru nih tadi malem, aku keluar kandang untuk mencari suasana baru bersama temenku. Aku mencoba diskusi dengannya, tetapi aku merasa bahasanku kurang bagus gitu. Emang bahasanku ini pernah di seminarkan oleh salah satu temenku dan responnya kurang bagus dan memang bahasanku gak sebegitu waw kayak bahas Discourse(wacana )atau lain-lain. Okeee aku menemukan rasa tidak percaya diriku lagi tetapi, aku mencoba memantapkan bahasanku ini dan berusaha memerjuangkan dataku ini. Huft.

Jikalau sewaktu berdiskusi nanti beliau menginginkanku untuk mencari data lain lagi. Apa boleh buat? Setidaknya aku sudah pernah memerjuangkannya. Dataku, kamu harus siap lahir batin yaa? Huuuu sebenrnya aku yang harus siap lahir batin wkwk.

Cukup legaaa udah bisa nulis unek-unek disini. Semoga unek-unekku ini juga bisa membantu kalian melihat masa depan kalian (untuk yang belum menempuh semester tujuh). Semua masalah itu pasti ada ujungnya, yang jadi masalah itu ujungnya baik apa jelek. Sementara yang menentukan baik atau jeleknya itu si actor itu sendiri. Itulah kalimat kece dari sofya tyeguh. Okesipp. Semangat buat kalian, buat aku. Selamat Pagi.

 Sofya Poerwanta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hantu 👻

satu tahun bersama sesosok NPD

selamat ulang tahun, aku 🎂🎉🥳