SELAMAT HARI AYAH NASIONAL*telat
Yeaaah, actually aku gapunya
ayah. Aku hanya punya seorang Bapak. Sama sih tapi sense-nya bedaa wqwq.
Selamat hari ayah atau bapak nasional untuk ayah/ bapak di seluruh Indonesia.
Seharusnya gak hanya hari kemarin aja untuk ngucapin hari ayah atau untuk
mengungkapkan rasa sayang kita kepada beliau tapi kebetulan untuk mememeringati
HARI AYAH NASIONAL, aku akan menceritakan sesosok ayah/bapakku. Let’s read!
Poerwanta Adisoebagya atau
sering dipanggil Poengky atau dukun. Beliau lahir di Kotaraja, 7 Agustus 1959.
Yap beliau sekarang berusia 50 tahun-an. Putra pertama dari tiga bersaudara dari
Alm. Soemadi dan Almh. Sri Legowo. Bapakku lulusan ITS Teknik Sipil Diploma
satu. Aku akan menceritakan hal yang bisa disebut lucu juga aneh saat bapakku
sudah lulus dari ITS, rumornya bapakku gak menghadiri wisudanya. Aneh bin ajaib
memang.
Hampir semua temanku bilang
kalo pekerjaan bapakku ialah seorang seniman, pelukis dan sebagainya ahaha.
Kalo kalian juga menebak hal yang sama berarti kalian salah satu dari mereka.
Bapak tidak pernah membawa pekerjaannya ketika ada di rumah hingga aku
bener-bener gak tau pekerjaan apa yang dikerjakan oleh bapakku hingga sewaktu
KKN aku memiliki teman yang jurusannya ialah Teknik Sipil. Aku bertanya kepadanya,
apa yang sesungguhnya dilakukan para lulusan Teknik Sipil. Dia menjelaskan dan
yap aku akhirnya mengetahuinya. Sejujurnya, selama aku sekolah ketika ditanya
apa pekerjaan bapakmu? Aku jawab BURUH BANGUNAN. Yap, I never shy about it,
because it is my job’s father.
Sejujurnya, aku pernah malu
punya bapak seperti beliau sewaktu SD dikarenakan rambut putih yang mulai
tumbuh di rambut bapakku. Aku mengatakan pada teman SD-ku kalau beliau adalah
kakekku hahaha konyol memang. Selama aku semakin semoga dewasa, aku mulai
bangga memiliki bapak seperti bapakku. Aku merasa bangga sekali ketika aku
berada di tanah rantau ini. Bahkan, ketika aku melakukan KKN, aku memamerkan
kepada seluruh temanku dengan alasan biar ereka gak ganggu aku lagi wqwq.
Bapakku memiliki rambut gondrong, dengan warna rambut yang mulai menunjukkan
penuaannya yaitu silver*sumpah ini silver ahaha, berkumis, tubuh gendut, perut
seperti hamil 3 bulan wkwk agak sangar memang.
Ingat sekalii, ketika
tawaran pertama dari bapak untuk lebih baik nge-kos daripada merasa terbebani
tinggal bersama saudara. Taukah kalian, aku berada di posisi dimana aku kasian
sama ibuk juga aku harus mempertimbangkan saran bapakku. Akhirnya aku memilih
saran ibuk karena takut utiku sakit karena hal sepele itu. Aku mendapatkan
pesan dari bapak berkali-kali, “pik,
gapapa nge-kos, daripada ngerasa gaenak”. Aku merasa ‘akhirnya ada yang tau
perasaanku atau keinginanku’. Aku baru tau kalo bapak tau kalo aku memiliki
rasa gaenak yang mendalam saat itu. Selain itu, aku mendapat cerita dari ibuk
kalo bapak juga pernah bilang “ngerti
opik kan? Anak itu gak bisa-an soalnya” (maksdunya sensitive). Oh god,
semakin aku merasa ya Allah bapak ngerti aku banget wqwq. Jujur, hal yang bisa
bikin aku kuat disini(read: tanah rantauan) karena aku punya bapak beserta ibuk seperti
mereka. Oh guys, thank you. I love you so much. Believe me, aku nulis ini
sambil nangis wqwq.
Oke, move ke karakteristik
unik bapakku, Aku suka sekali sesosok bapakku. Beliau bisa melakukan apa saja,
pecinta bersih, sedikit idealis, juga percaya diri, pengoleksi barang bekas.
Karena, bapakku lulusan teknik , tapi dibalik semua itu juga dari ilmu dari
bapaknya. Kakungku dulu juga seperti bapak, suka buat sesuatu handmade juga
pengoleksi barang bekas*kayaknya ahaha. Bapakku bisa memperbaiki sepeda motor
yang mogok/ rusak. Aku gakpernah pergi ke bengkel untuk membetulkan busi yang kotor
atau mengganti oli setiap bulannya. Semua itu dilakukan oleh bapakku. So, hal
yang bakal aku kangenin ya kemampuannya memperbaiki walau terkadang ngeselin
juga kalo lagi focus memperbaiki. Sepeninggal kakungku, barang kakungku
dihibahkan semua ke bapakku jadinyaa rumahku penuh barang-barang yang belum
sempat diperbaiki atau barang yang seharusnya patut dibuang. Bapakku memiliki
mall tersendiri di Surabaya, TP Pagi, Gembong ialah mall bapakku. Ketika aku
membutuhkan sesuatu pasti bapakku membeli di salah satu mall-nya. Bekas dan
bisa dipakai/diperbaiki. Bapakku sangat alergi dengan sesuatu yang baru dan
mahal wkwkw. Bapakku benar-benar bisa mengelola uang dengan baik bahkan ketika
bapkku menyuruhku membeli rokok, beliau pasti memberikan uang pas. Agak kesel,
karena kita gak dapet upah jalan wqwq. Terlihat pelit tapi yaa itu karakter
bapakku.
Oke, aku mau mengakhri cerita ini, karena air mataku
gak terkontrol daritadi sampe abjad di keyboardku gak keliatan wqwq.
Selamat hari bapak, paak. Maaf aku belum bisa membuatmu bangga. Maaf aku
gakbisa mengucapkan I love you secara langsung ke bapak. Bapak, sehat terus yaa
pak, temani aku sampe aku sukses dan bisa membanggakan keluarga, nikahin aku ke
jodohku kelak, menggendong cucu dari aku dan jodohku kelak, aamiin. Semoga
bapak selalu berada di lindungan Allah SWT. Percayalah, aku selalu mendoakan
kebahagiaanmu di setiap doaku. Maaf atas segala tingkah lakuku yang mungkin
menyakiti dirimu. You are the best of the best father in the world. Taukah
bapak? Ketika aku merasa sedikit putus asa, aku selalu ingin mengatakan ke
bapak “pak, aku gak bisa”, aku selalu ingat dengan apa yang kau katakana “di dunia
ini gak ada yang gak bisa, kalo makan pasti kenyang, itulah prinsip hidup”.Love,
Opik, putri keempatmu.
![]() |
| Bapak dan Opik/Sofya |

Komentar
Posting Komentar