JANUARI, 2019 *telatupdate
Setiap pergantian tahun pasti
dijejeri dengan beberapa wish list untuk menyambut tahun yang lebih baru dan
berharap keadaan lebih baik dan banyak tercapai segala wish list yang kita
buat. Seperti halnya aku dengan beberapa wish listku yang ku daftar dari nomor
satu hinga beberapa nomor lainnya. Aku seperti manusia lainnya yang membuat
wish list dengan harapan list tersebut bisa tercapai. Mulai dari keinginan
memperbanyak bacaan literature dibandingkan dengan berita-berita digital yang
sudah gampang diakses. Kalian juga tau banget kalo aku bener-bener bukan si
pembaca yang bener-bener gakbisa hidup tanpa buku. Memang aku tertarik sekali
dengan isu-isu terkini atau hal-hal yang sering dibicarakan tapi sayangnya aku
kurang banyak membaca sehingga aku hanya sebagai sesosok manusia yang
diharapkan para penulis yang menginginkan tulisannya bisa di percaya dan pesan
yang mereka tulis atau bahkan apa yan mereka maksud bisa sampai dengan makhluk
sepertiku. Kalian juga bisa melihat kemampuanku dalam menulis yang tidak
berujung membaik selama pembuatan blog hingga sekarang. Oke aku akhiri
pembukaan yang cukup tidak berfaedah ahaha. Yuk kita fokuskan apa aja yang
terjadi di bulan Januari, bulan pertama di tahun 2019 ini.
Penulisan wish list yang biasanya
hanya berakhir dengan tulisan ya tertulis tanpa ada action sama sekali dari si
pembuat*re:aku. Aku mengawali di bulan ini berada di rumahku yaap Surabaya,
kotaku. Aku menjalani bulan ini sama dengan liburan semester seprti biasa. Tapi
anehnya, aku tidak begitu ingin jalan-jalan keluar rumah bersama teman atau
melakukan kegiatan di luar rumah. Aku cukup enjoy dengan kegiatan di dalam
rumah ini. Tidak seperti biasanya, keluar rumah dengan teman ialah kegiatan
wajib selama liburan semester sementara saat ini aku hanya cukup
berguling-guling di kasur, bermain ponsel, dan menulis hal yang tidak penting
seperti ini oh ya kegiatan yang aku senangi ialah membayangkan. Membayangkan
jadinya seprerti apa aku setelah ini . Yap aku sudah cukup tua tahun ini. 22
tahun, umurku tahun ini. Banyak sekali yang aku pikirkan selain lulus dari
universitasku yang tercinta. Banyak sekali sekelilingku bertanya bahkan
memberikanku sedikit warning untuk menghadapi perjalanan hidupku kelak. “Segeralah lulus , bekerja dan menghasilkan uang
sendiri” “melakukan pekerjaan di era seperti ini cukup susah, jadilah oang yang
kreatif” “semester berapa kamu? Jangan santai-santai cari kerja susah” Those
statements yang bener-bener berhasil membuatku bingung gak karuan. Kalian pada
batin kan dalem hati kalian “udah hadapin
aja yang ada sekarang, lulus dulu baru bingung” oh really I CAN’T. I’m a
person who does anything organized well. Eh-eh tapi dulu juga gak aku rencanain
juga ya, tapi gimana ya aha bingung aja gitu. Aku tau, aku perlu lulus dulu baru
melalui masa bingung itu. I know banget kalo semua itu butuh pengorbanan dan
proses yang gak gampang nah untuk melalui itu yang ngebuat aku mikir gais.
Okedeh let’s say aku pingin jadi jurnalis, tau banget kan aku gak ada bakat
yang gimana banget gitu untuk bisa jadi jurnalis. Aku tau banget banyak orang
yang ngelamar untuk jadi jurnalis yang lebih baik dari aku. Nah itulah yang
bikin aku terbebani dan mikir. Oke dari problema ini aja kalian udah bisa narik
kesimpulan karakterku seperti apa, yaap “PEMIKIR”. Tau gak, di dalem hati juga
pada bilang “udah jalani apa yang ada
dulu baru mikir itu” tapi otak nih yang bener-bener bikin aku mikir banget.
Kayaknya emang aku punya problem mental illness deh ahaha. Anxiety mungkin.
Ngomong-ngomong mental illness aku
baru tau banget dari pinterest tentang macem-macem mental illness itu apaan
aja. Ternyata, keluhanku selama ini masuk mental illness. Nobody knows that I
have these illness. Sebenernya ini gak bisa jadi acuan juga sih untuk nentuin
aku bener punya illness itu apa nggak. Tapi aku cukup percaya karena ciri-ciri
ini juga terdapat di aku dan ini aku lampirin gambarnya. Aku cukup sering punya
kebiasaan buruk dari mental illness ini. Aku cukup kaget juga ternyata
gejala-gejala yang biasanya aku alamin termasuk salah satu illness. Cukup lega
dan kaget juga. Lega karena hal biasa yang aku alamin memang diakuin sebagai
illness bukan Cuma aku aja gitu yang pernah mengalami perasaan itu. Kaget juga
kalo ternyata ini mental illness yang untuk kali ini aku gak tau bagaimana
mengurangi gejala yang kerap sekali muncul di waktu tertentu. Eh eh aku juga
pernah beberapa baca artikel tentang gejala tersebut, tetapi kurang membantu.
Sungguh kalo sakitnya masalah mental itu agak susah beda banget sama sakit yang
menyerang fisik. Kalo menyerang fisik kan banyak obat yang jual dan macam-macam
merek juga ya kalo mental yang sakit kan pasti ada sesuatu yang pernah terjadi
di masa lalu atau memang bawaan dari sananya yaa. Obatnya itu penyembuhan dari
diri sendiri sih menurutku. Berdamai. Itu hal yang harus dilakukan dan hal itu
gak gampang untuk dilakuin. Sesulit itu menyembuhkannya. Ah simple nya hal
buruk itu udah jadi salah satu part of us atau habit kita. Merubah kebiasaan
adalah hal yang cukup sulit dan butuh waktu serta proses yang panjang. Aku
masih melalui proses itu.
Nah, udah tau gak inti dari tulisan
ini. Intinya ialah di bulan januari tahun 2019 ini, aku masih bergelut dengan
keraguan-keraguan yang bakal terjadi kedepannya. Untuk kalian yang menganggap
hal ini hal remeh untukku karena aku pribadi yang pemikir, aku juga udah
jelasin kalo aku masih dalam proses membentuk jati diri yang lebih baik seperti
tidak terlalu memikirkan hal yang penting dan lakukan apa yang di depan mata.
Yang perlu diingat “I’m not the special one who has a specific skill that I
best to but I’m just a person in general who always arguing the problems that I
faced”. Sekian. See you on the other stories!
Writer
: SofyaPoerwanta
Komentar
Posting Komentar