KULIAH KERJA NYANTUY PART II

Maafkan yaa lama untuk nge-post part selanjutnya walau aku tau gak ada yang lagi nungguin ahaha. Biar runtut postingannya akhirnya, aku putuskan untuk melanjutkan ceritanya lagi. Yuk yuk nih! Bagi yang belum baca part I sila baca yaaa, nih link-nya :

https://sofyapoerwanta.blogspot.com/2019/03/kuliah-kerja-nyantuy-kkn-hak-e-part-i.html

Nih lanjutannya!

Minggu keempat
Nah, ini minggu yang mungkin dinanti-nanti buat aku dan Iyus. Minggu ini target kita ialah presentasi untuk sosialisasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan SAID (Sistem Administrasi Internal Desa). Setelah beberapa kali di undur-undur akhirnyaaa maju juga. Aku juga gak paham kenapa aku di tunjuk untuk melakuakn sosialisasi. Aku hanya mampu menerangkan Internet, karena ya aku sangat dekat sekali sama kehidupan internet tapi ujung-ujungnya aku malah bahas SAID-nya. Oke gapapa. Aku pun mau protes juga gak ngefek. Sedikit kurang prepare gitu, jadi penampilannya so so. Kurang gerr. Sayangnya, partnerku, Iyus, setelah kegiatan itu nangis guys. Gara-gara dia merasa bersalah kurang menampilkan performa yang terbaik dia. Nah apa kabar gue? Aku malah mikir aku yang paling ancur, lah kok beliau yang merasa jelek. Hahaha. Dasar opik. Pinternya aku, aku memberi dia nasihat-nasihat serta motivasi ala Merry riana gituu, padahal kehidupanku gak begitu mulus dibanding dia. Tapi, untungnya proker utama kita sudah selesai. Eh ada kejadian lucu sih pas sosialisasi TIK, SAID ituu. Aku kan lagi menyajikan informasi-informasi tentang SAID gitu yaa gaiss, eh kok selama aku nerangin itu warga malah kode-kode untuk segera selesai gitu,pake bahasa Madura. “celep, celep (dingin,dingin)”. Kan gimana ya guys, yaudah aku cepetin deh itu, udah awalnya cepet ditambah denger kode-kode tersebut ya aku mau gimana lagi, cepetin lagi dongss. Hahaha. Pengalaman sih.


Minggu kelima
Minggu paling sibuk, paling sensitive, paling capek dan paling-paling lainnya. Kebetulan agustus tjoy, kita sebagai anak KKN so pasti bakal jadi panitia acara hari kemerdekaan dongs ditambah ada kegiatan yang selalu diadakan oleh Desa Tanggulangin, Kirab. Huft, kepanitiaan yang alot, panas, dan menyisahkan beberapa kesedihan. Okesip ini agak berlebihan. Kasian kalo si ketua panitia baca, aku akan menceritakan hal yang baik-baik saja. Hahaha. Okeoke, disini aku cuma melakukan tugas yang aku dapatkan dan mendapat arahan dari ketua panitia perlombaan dan kirab. Ah iyaa, ini pertama kali banget jadi MC gituu, emang dasar Widi si tukang ngerjain gue, yaudah aku bisa apa. Anak-anak pun mendukungnya, kalah telak tjoy. Hari pertama lomba, MISSION FAILED, banyak kurangnya. Hari kedua, aku mulai bangkit karena akhirnyaa aku bisa telpon mamakku. Kangen gitu ceritanyaa. Aku mendapat semangat dari ibuk, kalo aku harus sabar. Hari kedua sedikit sukses, sampai hari-hari berikutnya. Nah, hari menuju kirab nih guys yang paling menegangkan. Lagi-lagi di suruh bawa mic. Ndredeg dong guys, acara kirab. Dan aku gak pernah tau kirab itu macem gimana. Terakhir ikut kirab pas TK, itu pun aku jadi peserta, momen itu pas aku anti banget mingkem karena aku pake lipstick Lol. Back to the story, awalnya nervous sampe akhirnya ada temen akuuu yang nyemangatin aku, dan bilang ke aku “bagus,bagus, keren” okesip disitu aku deh teriak-teriak gak jelas. Penampilan setiap RT di desa, keren-keren tjoy! Kapan-kapan kalian harus tau gimana deh kirabnya Desa Tanggulangin.

Nah, setelah kirab, semua teler dan capek. Eh acara kirab ini hari minggu ya? Sedih banget, piketku (aku sama Widi). Berita jeleknyaaa, rumah ancur banget guys, masa iyaaa, banyak tai ayam. Aku ngebayangin dan nulis cerita ini aja aku inget bagaimana tersiksanya aku membersihkan itu sendiri. Dengan jahatnyaa, si partner piketku menolak untuk bantu guys. Yadah aku mau gimana lagi? Mau aku lontarkan kata-kata jorokpun gak mempan. Keras banget atinya cuy. Sumpah, jahat lu wid! Aku gatau harus gimana ngebersihinnya. Akhirnya, berdasar saran temen-temen, aku menutup tai ayam dengan pasir terlebih dahulu. Setelah itu diambil pake tisu gaiss, pake tangan sih lebih tepatnya. Banyak sumpah gaiss. Setelah itu, aku sapu dan pel dongss tentunya. Eh di dapur juga ada dongs guys, sumpah dah tanganku waktu itu bener-bener dah. My hands, y’all did best. Semua selesai dan bersih, aku langsung membersihkan tubuhku, karena penuh keringat dan menghapus memori tentang tai ayam juga tentunya. Eh eh kok pas mau tidur kok ya gakbisa tidur. Aku masih terbayang banyaknya tai ayam yang berserakan. Tolong yaa para ayam yang baca tulisanku ini, kalian itu jangan menyusahkan manusia lah. Kalian yang eek kenapa harus manusia yang bersihin. Coba kalian ganti posisi itu. Hm mulai. Intinyaa, CAPEK DAN SELESAI SEMUA PROKER! Eh-eh belum sih, sosialisasi jurnalis belum, yuk move to the next week.


Minggu keenam
Tinggal satu proker yang belum terselesaikan, yaituu sosialisasi jurnalistik gitu. Kita mengunjungi salah satu sekolah unggulan di desa Tanggulangin, SMK PP Pertanian. Sekolah yang kece, punya lahan pertanian dan alat-alat pertanian per siswa. Kereeeen dah. Nah kita butuh bantuan sekolah karena kita ingin merekrut atau memberikan pengenalan jurnalistik kepada calon jurnalis muda. Sesungguhnya, kegiatan ini kegiatan aku banget. Eaaa. Minggu ini, aku udah mulai capek hati, badan juga sakit. Keselnyaa ya, temen-temen ini gak ada yang percaya kalo aku sakit. Dasar kalian! Ahaha. Katanyaa, gak pantes gitu. Ngeselin tapi lucu. Kegiatan ini juga dilakukan satu hari sebelum idul adha. So, kita harus puasa. Sayangnya, aku gak puasa karena aku lagi on my period. Cukup kejadian yang langka juga, kita merayakan Idul Adha gak bareng sama keluarga masing-masing malah sama keluarga KKN. Menyenangkan ditambah udah mendekati hari kepulangan kita masing-masing. Hari terakhir ialah hari yang kita tunggu-tunggu selama ini. Hati serta tenaga sudah kita korbankan selama 45 hari.


Hari pelepasan
Semua barang-barang milik masing-masing sudah siap di-pack ke dalam koper masing-masing. Inilah hari yang ditunggu kita semua, peserta KKN. Yaelah peserta, maksudku mahasiswa. Awalnya, kumpul dulu ke Kelurahan untuk melakukan kegiatan terakhir kalinya, yaitu pamitan kepada pihak kelurahan, serta menyampaikan pesan dan kesan selama KKN. Perasaanku saat itu sangat bahagia juga sedikit sedih. Bahagia karena akhirnya aku bisa balik ke Surabaya untuk bertemu orang tua dan saudaraku. Sedih karena temen-temen kelompok KKN gakbisa kumpul lagi. Ketawanya, Umpatannya serta sedih-sedihnya yang ditanggung bersama.
Wah, empat puluh lima hari yang cukup special. Spesial? Ya dongss, bahagia, sedih campur jadi satu. Terima kasih sekali untuk warga desa Tanggulangin yang sangat baik dan terbuka sekali menerima kita sebagai mahasiswa KKN yang mungkin banyak kurangnya tapi selama 45 hari itu sangat menyenangkan. Terima kasih juga dengan temen-temen kelompok KKN-ku, duh lupa lagi KKN berapa -,-. Terima kasih, Ribbe dengan kecantikannya, Ian dengan polosnya, Febri dengan alimnya, Yudi dengan cakapnya, Dano dengan kebaikannnya, Widi dengan kejailannya, Dama dengan ketawanya, Linda dengan keibuannya, serta Iyus dengan kekanak-kanakannya. Y’all guys are cool, I wish you all success, eh eh aku juga. Aamiin. I love You, Thank You.

Nah itu guys, cerita KKN-ku. Sebenernya ada beberapa cerita, tapi aku lupa. Aku baru mulai nulis di tahun ini guys, jadi kenangan-kenangan itu agak sedikit memudar. Tapi percayalah, bagian cerita atau tulisan-tulisan ini adalah hal yang selalu menjadi kenangan.


Writer : SofyaPoerwanta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hantu 👻

satu tahun bersama sesosok NPD

selamat ulang tahun, aku 🎂🎉🥳