CATATAN MAHASISWA AKHIR YANG MAU SEMPRO
Hai haii akhirnya aku nulis lagi ye, eh sebenernya bukan akhirnya nulis.
Akhirnya nge-post. Aku sih nulis gaiss tapi belum aku post dan jadinya mangkrak
*duh bahasanya maksudku jadinya udah basi gitu wkwk. Walaupun basi kayaknya aku
akan tetap post suatu saat dengan kemasan yang lain. Gitu aja. Gak usah bingung
wkwk. Kalo misalnya blog ini kasih fasilitas kayak wordpress buat bisa
automatically update gituu aku bakalan pakai metode itu, sayangnya tidak. Yasudah
tidak papa. Ya mama. Hmm apasiw.
Okeokee balik ke topik yuk, disini aku mau ceritaa bagaimana perjuanganku akhirnya
mau sempro yang bakalan singkat kalau ditulis, panjang dijalaninnya eaaa.
Hahaha.
Pertengahan februari, akhirnya aku mendapat dosen pembimbing. Yap tulisan
udah mulai udah di coret-coret dari the goddess hand dospem keduaku. Oh ya fyi,
sistemnya ini dari dospem dua dulu baru ke satu. Kok gitu? Ya emang gitu,
spesial emang. Sepertinya nunggu dua minggu karena dosenku lagi sibuk sibuknya
mengurus akreditasi jurusan. Agak lama memang tapi aku cukup bersabar menunggu
saat itu.
Awal maret, dospem menginginkanku untuk bertemu dengannya. Bimbingan pada
umumnya, lalu revisi aku kumpulkan di dua hari selanjutnya, sepertinya *gak
yakin, udah lama ahah. Saat aku mengumpulkan revisian dospemku mengharapkan aku
untuk mengajukan abstrak pada suatu lomba yang diadakan di Madura. Aku cukup
senang mendengarnya, sekaligus dak dik duer karena ini bentuknya lomba nasional
gitu. Lumayan kan ya gais, nambah-nambah sertifikat dan pengalaman gitu. Aku
gak sendiri, aku bersama teman se-pembimbing sedikit berjuang untuk lomba ini. Bulan
maret ini, aku lewati sampai sakit panas akibat stress. Saat pertemuan pertama
selagi memberitahu tentang perlombaan dospemku menginkan teoriku harus mantep
dulu. So, aku bener-bener cari teori sana sini. Akhirnya aku ganti satu teori
dan mengumpulkan satu teori tersebut. Eh, setelah aku baca-baca lagi kok berasa
gak cocok. Daaan berusaha cari lain lagi yang paling mantep sampe sakit panas
berulang sampe kepala ini pusingnya parah. Aku gak bisa cerita ke siapa-siapa
karena dosenku mengatakan don’t spread this news ya sofya? Memang aku naive
banget. Akhirnya, aku menderita sendirian ceritanya. Eventually, after got sick,
aku menemukan teori yang paling pas sampe sekarang aku pakai. Alhamdulillah.
Bulan April, akhirnya aku baru kedua kalinya aku bimbingan yang bener-bener
bimbingan. Memang yaa, jalan orang itu beda-beda. Temen seperbimbinganku itu
udah mau maju dulu. Saat itu aku bisa menerima karena aku memang berhak gituu
soalnya aku selam kira-kira satu bulan aku lagi proses persiapan pengumpulan
abstract tersebut. Gak bisa fokus sama skripsiku. Memang itu yang dosenku mau,
aku juga harus nurut. Bimbingan kedua, coretan masih bejibun dan harus revisi.
Aku selalu mengumpulkan revisi setelah dua hari setelah bimbingan. Misalnya
bimbingan senin, aku mengumpulkan rabu kalau gak kamis. Gitu terus. Setelah
satu minggu pengumpulan abstract, pengumuman deh, eh benar aku tidak lolos. Aku
tidak sedih, karena memang itu bukan jalanku. Bimbingan ketiga masih ada
coretan dan tambahan redaksi. Ngumpulin lagi. Bimbingan keempat, disrih revisi
di tempat dan langsung ACC dari beliau.
Akhir april, setelah mendapat ACC dari dospem kedua, aku langsung mencetak
revisian akhir lalu kuserahkan kepada dospem utamaku. FYI, Dospem utamaku agak
spesial. Harus sabar, itu kuncinya. Selama satu bulan setelah pengumpulan,
akhirnya dospem utama selesai membaca satu proposal revisian akhirku. Hm cukup
lama ya? Kalau kalian nanya, aku ngapain aja selama satu bulan itu. Aku akan
jawab, “pergi ke perpus pusat, baca referensi, nonton drama, sok sok siapin
pertanyaan buat sempro serta jawaban dsb” seniat itu aku. Pertama kali bertemu
dospem utama, aseli ndredek gak karuan boskyuu. Bertemu hanya mengambil
revisian yang dicoret dan disuruh kembali ketika kita paham akan coretan beliau.
Aku bertemu dua hari setelahnya. Lagi lagi nervous, dan disuiruh memperbaiki.
Aku kumpulkan hari esoknya. Bertemu ketiga kalinya, masih ada yang dicoret. Aku
perbaiki. Hingga bertemu di keempat kalinya, dosenku menyuruh untuk mendaftar
sempro, walau ada coretan sih. Mungkin belaiu sebel. Aku paham itu.
Dan akhirnya, aku mau sempro tanggal 8 juni. Loh kok lama? Iyaa kepotong
liburan hari lebaran juga nunggu temen-temen. Nah ini hari terakhir aku di Surabaya.
Aku harus mempersiapkan segalanya di tanah rantauan untuk memberikan
penampilkan yang terbaik. Sedih? Ya harus dong. Siap? Ya belum dong wkwk.
Perasaanku saat ini gak karuan antara aku beneran sempro apa nggak serta aku
bisa apa nggak sempro. AHAHA. Maklum baru pertama. Doain yaa? Semoga lancar
semuanya, mood dospem dan dosen penguji baik semua selagi aku maju sempro.
AAMIIN. Kalian juga harus sukses juga yaa? Kalian lihat kan semua itu ada
prosesnya. Entah prosesnya pahit pasti ada ujungnya. Hmmm nervous melanda.
Gitu aja ceritanya, semoga ada hikmahnya. SE MO GA lho ya wqwq. Good nite.
Komentar
Posting Komentar