JENUH SKRIPSI?
Awalnya aku nggak ngerti apa sesungguhnya arti jenuh itu.
Hingga akhirnya aku mengetahui dan merasakan jenuh itu apa dan seperti apa.
Menurutku, jenuh dengan bosan adalah kata yang memiliki definisi hampir sama.
Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang tanpa henti karena suatu keharusan.
Entah apa arti dari kamus besar bahasa Indonesia.
Ih jenuh apa sih opik? Udah nggak pernah nulis blog,
skripsi juga belum selesai, atau bahkan sibuk nge-bucin juga tidak? Ehehee
maaf. Ya hanya maaf yang bisa aku ucapkan kali ini dan untuk selanjutnya karena
ketidak konsistensianku dengan menulis. Akhir-akhir ini aku sedikit jenuh
dengan penelitian, mencari data, mengolah data, diskusi data, diskusi teori dan
lain sebagainya. Hal ini dikarenakan aku sedang persiapan pengumpulan paper
untuk seminar pada bulan november di UGM. Wohooo keren dong pik? Iya pasti. Aku
juga baru tau jika sesuatu yang keren itu harus melalui hal yang
berkelok-kelok. Gak ada yang instan. Nah inilah aku sekarang, aku sedang
berkelok-kelok menuju sesuatu yang keren.
Baiknya, di bulan ini aku merasa doa-ku sedikit demi
sedikit terkabulkan entah karena aku sudah cukup baik melihat sudut pandang
yang berbeda untuk sebuah “masalah” atau memang ini suatu anugerah karena doaku
terkabulkan. Hal tersebut ialah akhirnya aku juga hendak membahagiakan diri
sendiri serta keluarga besar dengan mengikuti seminar yang sedikit bergengsi
ini dan aku mendapat tawaran untuk menjadi tutor. Alhamdulillah, tidak lupa aku
ucapkan. Terima kasih Allah SWT atas anugerah di bulan ini. Apa bisa disebut
september ceria atau september sendu? Wqwq.
Kembali ke masalah seminar. Dikarenakan aku sedikit sibuk
dalam pengerjaan penelitian seminarku, skripsiku sedikit macet. Sebenernya
nggak macet juga sih. Hanya saja memang bukan prioritas. How poor my skripsii
ehehe. Kalian tau, aku lagi berada di posisi “ahsudahlah” saking ribet seminar
ini. Asal kalian tau, sibuknya itu hampir setiap minggu bertemu dosen untuk
berdiskusi, setiap hari chat-an untuk berdiskusi lagi. Seperti itu. Hingga aku
berada di titik jenuh dan was-was kalau liat WhatsApp uhuu. Maaf ea yang kena
imbas karena telat bales. Entah itu aku males bales atau akunya udah tidur.
Tidur menjadi pelarian andalanku ketika masalah nggak bisa aku hadapi.
Setidaknya aku melupakan sejenak walau di mimpi terkadang bertemu hal itu juga.
Dari semua keluhanku di atas. Aku percaya apa yang aku
perjuangkan, kerjakan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Memang manusia
dituntut untuk tidak mengeluh, tetapi apa salahnya mengeluh sejenak untuk mengilangkan
kepenatan. Oh ya satu lagi, aku di posisi dimana aku cerita ke teman juga bukan
solusi yang tepat. Ya, dengan tulisan inilah hal ter-tepat. Tidak ada yang
menghakimiku atau bahkan menyuruhku untuk baik-baik saja but my friends are
kind, sometimes they did eheee, but i love you guys, if you read this.
Semangat buat kalian yang sedang berjuang untuk hasil yang luar biasa. Mari
kita bertemu di kisah yang lebih menyenangkan dari ini. Yuk!
Writer: SofyaPoerwanta
Komentar
Posting Komentar