MENGENANG SEMINAR PIDI BAIQ dan YUSRI FAJAR *posttelat



*opening lagu we will rock you by Queen*
Openingnya aja udah epic banget pasti kalian udah nge-bayangin bagaimana bakal ceritanya kan? Kalau belum yaudah yuk baca cerita atau bisa di bilang proses keseluruhan. Mohon maaf yaa ceritanya tuelat banget, kejadiannya udah terjadi 3 tahun lalu haha.
Yuk dari pertama aja yuk jangan terlalu banyak basa-basi haha.
Seminar bulan bahasa ini direncanain sama HMJ-ku (EDSA, English Department Students Association). Awal dari pembuatan rencana ini, semua member termasuk aku sangat welcome banget nyambut acara ini. Pembentukan panitia dibuat dan merencanakan siapa saja yang di undang. Untuk awal proses, penyebaran atau penawaran menjadi sie apa, kebetulan aku belum pernah menjadi sekretaris, jadi aku mencoba turut andil menjadi sekretaris dalam acara ini dan aku gamau jadi sekretaris satu, okee aku jadi sekretaris dua. Yey!. Temen-temen juga udah dapet job masing-masing dalam acara ini. Kedua, penentuan bintang tamu acara ini yang pastinya harus penulis dan memiliki impact dalam acara ini (secara kepanitiaan dan peserta). Ada beberapa usulan penulis diantaranya, Fiersa Besari, Pidi Baiq, Sapardi Djoko, dll . Bagian job untuk survey harga untuk mengundang salah satu penulis sudah mulai bekerja. Harga sudah diberikan, kita berdiskusi lagi dan yass memutuskan Pidi Baiq lah keynote speaker kita. Hal- hal yang sudah dipertimbangkan dan poin plus mengundang Pidi Baiq ialah beliau sedang melakukan proses pembuatan film novel beliau yang mem-booming. Kalian pasti tau lah yaa, Dilan su-Dilan ituh wqwq. Jujur saja, aku sangat menanti sekali karena aku sangat menikmati tulisan novelnya. Tapi kebanyakan temen-temen gak suka dengan genre novel Dilan. Temen-temen sangat sastra sekali, bacaannya bukan se level Dilan. Bacaan mereka ialah Eka Kurniawan, Tere Liye, dsb. Berbeda dengan aku yang suka bacaan yang nggak begitu berat ehehee.
Selama pengerjaan banyak suka dan duka yang dijalani. Aku memang agak sedikit lupa spesifik kapannya, tetapi effort kita dalam mendirikan acara ini sangat luar biasaa terbaik. Hampir setiap hari rapat dan evaluasi. Banyak yang harus didiskusikan mengingat kami mengundang pembicara dari luar Jember serta acara ini bisa dibilang acar besar dan acara pertama yang diadakan oleh EDSA (organisasi sastra Inggris). Acara besar ini juga sebagai ajang bahwa kami adalah organisasi yang bukan ecek-ecek. Kami juga bisa mengadakan acara yang lebih besar dengan topik Seminar Nasional Bulan Bahasa.
Seperti pernyataan yang pernah aku dengar kalau ingin menghasilkan sesuatu yang luar biasa, haruslah kita mengorbankan sesuatu. Eh tapi ini bukan mengorbankan nyawa atau apa ya? Mengorbankan waktu, perasaan dan lain sebagainya. Mungkin karena “baru pertama” jadinya kita sedikit amatiran dan bonek (bondo nekat). Aku sebagai sekretaris, aku ingat sekali bagaimana aku tiap malam mengurus surat-surat yang harus di distribusikan ke anak promosi, print proposal. Obstacles yang terjadi di dunia per-sekretaris-an ialah printer yang sering sekali rusak dan membuatku dimarahin atau dimaki mungkin ehee karena ketidakbecusanku. Eh kok aku bilang aku sih, sekretarisnya kan ada dua. Eheee iya dua, tapi most of job aku handle, bukan aku sombong tetapi memang eheee. Sekretaris pertamaku soalnya dari awal juga kurang bisa meng-handle dikarenakan KKN serta kesibukan yang lainnya dan membuatku emamng aku yang harus mem-back-up semua. Tetapi tenang, aku tidak selalu sendiri kok. Ketika aku capek, kita juga bagi job. Jadi gak sendiri. Beliau juga sangat ada ketika d-day. I love you mbaak.
Hinaan tidak datang dari seluruh anggota panitia aja tetapi juga terjadi di dalam rumah. Om-ku selalu memberikan dakwah ketika aku pulang malam. “kamu dimana?” isi chat itu selalu sampai di ponselku. Jika aku tidak menjawab, beliau akan menelponku. Mungkin atau memang iya mereka khawatir tentang keberadaanku karena aku telah menjadi tanggung jawab mereka. Cukup dimengerti, tetapi tidak untuk jabatanku sebagai sekretaris kegiatan besar ini. Aku memang harus stay bagaimanapun. Aku harus mencatat semua laporan setiap divisi dan menyampaikan kembali. Hingga suatu ketika omku mengatakan “kalau kamu bilang pukul 9, pukul 9 itu sudah ada disini. Kamu tau, tante kamu itu menyuruhku blablaaa dan blablaaa”. Omku dan tanteku tidak pernah tau bagaimana hectic-nya menjadi aku saat itu. Aku berada di posisi yang suwangat capek, ditambah omelan/dakwah beliau. Sebal. Inginku kos saja. Tangis juga hampir hadir setiap dakwah dari omku. Karena hal ini, hingga sekarang aku takut pulang malam.
Usaha yang dilakukan panitia untuk mendapatkan peserta juga sebuah tantangan. Ekspektasi kami dengan banyaknya peserta dengan keyakinan bahwa Pidi Baiq terkenal dengan penciptaan karakter Dilan yang akan di filmkan, nyatanya tidak bisa memenuhi ekspektasi kami. Banyaknya kerja sama yang dilakukan dari panitia dengan perusahaan corporate. Salah satunya ialah kerja sama dengan Lippo mal plaza yang saat itu masih baru di Jember. Kami diijinkan untuk mendirikan stan pendaftaran acara Seminar. Dari stan tersebut harapan kami, kami kaan mendapat jumlah peserta yang kami inginkan. Karena lippo plaza masih baru buka di Jember, jadi sasaran kami kurang cukup digapai. Setiap pukul 10.00-21.00 salah satu panitia harus menjaga. Telah dijadwalkan oleh ketua panitia kami. Tinggal dijalankan. Sayangnya, tidak berjalan mulus. Ada banyak alasan yang dilontarkan oleh beberapa anggota untuk tidak menjaga stan di Lippo. Jujur, aku pernah menggantikan salah satu anggota dari pukul 10.00-21.00. Karena aku suka dengan suasana mall dibanding rumah omku, jadi aku merasa enjoy dan tidak terbebani.
Selain kerja sama dengan perusahaan, kami panitia juga membentuk sebuah kelompok DANUS (Dana Usaha). Kelompok tersebut terdiri beberapa panitia yang terlibat dan aku tidak termasuk. Walaupun tidak termasuk, aku membantu demi kelancaran acara kami yang besar dan pertama ini. Dana usaha ini dipimpin oleh temanku bernama Amrin. Dia salah satu inovator untuk penjualan jajanan kecil. Jajanan pertama ialah pisang coklat dan martabak. Kita menjual 5000 dapat 4. Aku sebagai partner dan beberapa teman lain, Riska, Sahwari dan Qismah menjajakan jajanan itu keliling kampus. Ingat sekali, untuk awal pertama jajanan itu pasti sisa. Kalau sisa, aku atau teman-teman yang lain dipaksa untuk membeli. Lucu kalau inget itu. Selain itu, kami juga menjual susu kedelai. Cukup laris hingga suatu hari susu kedelai agak sedikit basi dan memang kita berjualan sesuatu yang sedikit gampang beresiko. Ketika dua minggua atau tiga minggu kita putuskan untuk tidak jualan susu kedelai kembali. Jual jajanan piscok dan martabak berjalan tiap hari. Bisa dibilang aku sebagai marketer Danus, seseorang yang mempromosikan jajanan grup Whatsapp ke grup lain. Awalnya ada sistem booking dan akhirnya sistem booking sangat merugikan kami wkwkw. Hingga berujung jualan sate tahu dan pentol bakar. Nah disini, kami menemukan sasaran pasar kami. Satu angkatan selalu berebut bahkan dosen pun berebut. Lucu kalau ingat. Penjualan sate tahu dan pentol bakar berlanjut walau acara seminar nasional sudah selesai wkwk.
D-1 acara (27 oktober 2017), kita selaku panitia masih riweh dengan peminjaman alat-alat. Sebagai sekretaris juga masih riweh untuk menyiapkan surat peminjaman. Selama sebelum acara, aku sudah siap untuk menginap di tempat acara diadakan yaitu Soetardjo. Asal kalian tahu, gedung Soetardjo ialah gedung serba guna Unej yang biasanya digunakan untuk wisuda atau acar besar Unej yang lain. Kan bisa dilihat dari tempat acaranya, udah gede kan? Pemasangan tenda untuk stan penjualan dilakukan setelah maghrib. Masih ada drama, ada yang ini kek ada yang itu kek. Biasa deh suatu kepanitiaan. Pembersihan gedung, penataan kursi dan pemasangan banner. Nah ada yang lucu dan ngenes pada satu waktu yang bersamaan. Saat penataan banner aku turut membantu. Saat itu pemasangan dilakukan pada pukul 23.00 hampir 00.00 deh kayaknya. Mungkin posisi ngantuk dan capek aku jatuh. Jatuh di bolongan tangga yang ada disitu. Sakit tapi aku pura-pura aja gak sakit, malu. Asal kalian tau ketika aku cek, kakiku kena memar gede banget ahaha. Selama acara sedikit cenat cenut tetapi aku berusaha kuat juga. Dari pagi kuliah sampai hari acara dimulai, aku dan teman-teman pada nggak tidur eh nggak tau juga kalau ada yang sempet tidur *eh ahaha. Kalau aku sih nggak.
Drama di hari acara juga masih ada, aku disuruh bikin surat sementara printer juga nggak dibawa di tempat acara. Setelah aku usahakan, eh ternyata nggak jadi. Kan anjir eheee. Waktu makan juga nggak nafsu karena nervous kali ya. Selama acara, seluruh pembicara dan bintang tamu juga melakukan tugasnya dengan baik walau nggak sukses sukses amat gitu. Tapi untuk awal acara besar, oke juga sih. Good job guys! Eheee telat.
Nggak sempet untuk foto dengan penulis-penulis hebat seperti Pidi Baiq dan Yusri Fajar berduaa tapi dapetlah foto yang barengan sama panitia. Akhirnyaaaa selesai juga acara tersebut walau menyisakan pengorbanan yang amat buwanyaaak dan mungkin menyisakan luka tetapi dari acara Seminar Nasiaonal Bulan Bahasa EDSA mengajarkan banyak hal yang terutama belajar menghargai dengan sesama. Itu ajaaa. Okeeee. EDSA! Brilliant!

I love you EDSA’S MEMBERS 😊


Writer: Sofya Poerwanta 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hantu 👻

satu tahun bersama sesosok NPD

selamat ulang tahun, aku 🎂🎉🥳