Merantau ke Buleleng, Bali
Awal bulan Mei secara tidak terduga, pengumuman pelantikan diriku menjadi salah satu guru di sekolah yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng terbit. Saat itu, aku sedang di momen aku sedang focus akan hobi olahraga jalanku selagi menunggu pengumuman. Syukur alhamdulillah, hal yang aku nantikan akhirnya tiba juga. Salah satu teman seperjuanganku, Rahma mengabariku untuk mengecek halaman web Buleleng untuk mengetahui pengumuman pelantikan. Lalu, aku coba buka halaman tersebut, tertera tanggal 16 Mei 2024, aku harus melakukan pelantikan. Sesegera mungkin, aku memberi kabar tersebut kepada orang tuaku yang telah sepakat untuk mengantarkanku pergi ke Buleleng untuk merantau.
H-7 Sebelum keberangkatan
Aku mengabari beberapa temanku
bahwa aku akan merantau untuk bekerja sebagai guru, selanjutnya mereka
merencanakan untuk pergi keluar bersama sebelum pergi. Diawali dengan pergi
keluar bersama Bujeng aka Absar. Kita pergi untuk berfoto dan pergi mengobrol
sebentar. Dia mentraktirku untuk foto, dan jajan. Aw luvv. Terima kasih Absar.
(jujurly, aku awkward sekali menulis ini, karena aku udah lama nggak nulis.
Makanya tulisannya agak kaku. So, gomen).
Selanjutnya, temanku yang bernama
Nena. Sebelum pengumuman diumumkan, kami sudah bertemu untuk berolahraga jalan
bersama. Kemudian, dia mengajakku untuk berfoto dan makan sore. Semuanya juga
ditraktir oleh dia. Thanks shoo much.
Namun, ada momen haru sekali
sebelum berangkat. Aku harus berpamitan kepada murid-muridku yang sudah aku
damping selama beberapa tahun (3 tahun). Rasanya sungguh mixed feelings sumpah.
Aku senang akhirnya mendapat pekerjaan tetap, aku sedih berpisah dengan mereka.
Aku akan menceritakan lebih lanjut di cerita yang lebih dalam lagi setelah ini.
Tak hanya itu, aku juga sibuk
untuk packing apa saja yang harus aku bawa untuk merantau. Kali ini, aku
sungguh pergi merantau. Jauh dengan orang tua. Hidup sendiri. Membiayai sendiri
(tapi, untuk awal masih rely on my parent sih ehehe). Selama kesibukan packing,
perasaan yang campur aduk kkarena harus meninggalkan keluarga dan kucingku.
Pandangan mataku seketika sedikit berubah. Nuansa rumah juga bukan nuansa yang
aku rasakan biasanya. Pandangan menjadi pandangan perpisahan. Nuansa juga
terasa nuansa perpisahan. Ah sungguh dramatis! Ahahha.
Perasaan campur aduk tertutupi
dengan perasaan gelisah, bingung, dan sedih selama persiapan. Banyak sekali
yang harus aku siapkan. Mulai dari perlangkapan baju harian, seragam, alat
rumah tangga, serta berkas yang harus dibawa untuk pelantikan. Sungguh ribet
dan memusingkan.
Hari H
Akhirnya, hari ini tiba. Aku
berangkat pada tanggal 14 Mei 2024. Ini karena aku belum menemukan tempat
tinggal yang dekat dengan sekolah. Bahkan aku juga tidak mengetahui posisi
sekolahku. Oh ya, aku lupa memberi tahu dimana aku ditempatkan. Aku ditempatkan
di salah satu sekolah dasar di desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Aku memang tidak berekspektasi
tinggi tentang sekolah penempatan. Entah kenapa aku yakin, aku akan ditempatkan
di sekolah yang mungkin seperti 3T (tapi ini bukan 3T, hanya seperti 3T).
Kembali lagi dengan keberangkatanku ke Bali. Aku dan orang tuaku pergi ke
Buleleng, Bali mengendarai mobil. Kami pergi setelah sholat isya. Bapakku
memasukkan barang-barang yang sudah dibeli dan disiapkan. Aku berpamitan dengan
mbakku, kucingku, adikku, dan tetanggaku. Bismillah. Kita berangkat.
Perjalanan pergi ke Buleleng,
Bali alhamdulillah lancar. Namun, aku harus mengurus berkas yang harus
dikumpulkan di Singaraja. Fyi, jarak dari Pelabuhan Gilimanuk ke Singaraja
membutuhkan waktu sekitar 2 jam an. Jauh bukan? IYAAAA. Aku sampai di pelabuhan
sekitar pukul 05.00 WITA. Lalu, aku melanjutkan untuk melakukan perjalanan ke
Singaraja untuk mengurus pemberkasan. Aku sampai di Singaraja sekitar pukul
09.00. Lalu, aku mengumpulkan berkas. Setelahnya, kami mencari penginapan yang
dekat dengan Gedung pelantikan. Syukur alhamdulillah, kita dapat penginapan
yang cukup untuk kami beristirahat. Jujur, kasihan banget sama bapakku yang
harus menyetir dari Surabaya-Singaraja. Drama pemberkasan belum selesai. Aku
harus survey tempat tinggal yang dekat dengan sekolahku. Tapi, kita
beristirahat terlebih dahulu untuk mengumpulkan energi. Lumayan, kita tidur
sekitar 2 jam. Selanjutnya, kita lanjut untuk pergi ke arah sekolah (desa
Pejarakan). Lama tempuh yaitu 2 jam an. Akhirnya, aku pergi ke sekolah untuk
survey sekolah dan bertanya mengenai info tempat tinggal sekitar sekolah.
Dengan perasaan gugup, aku memberanikan diriku untuk datang ke sekolah
sendirian dan bertemu guru-guru yang ada di sana. Beruntungnya, aku mendapatkan
informasi tempat tinggal yang bisa disinggahi oleh beberapa temanku yang
ditempatkan di desa Pejarakan. Setelah menemukan informasi rumah, aku dan orang
tuaku kembali ke Singaraja untuk persiapan pelantikan esok hari. Ya, bisa
dibilang sudah seperti setrikaan lah aku ke Pejarakan-Singaraja.
Hari H Pelantikan
Aku bersiap untuk melakukan
pelantikan. Aku menggunakan kebaya putih, kerudung putih, bawahan rok hijau
tisca serta selendang hijau tosca. Seperti biasa, persiapanku hanya menggunakan
makeup tipis, ringan saja serta menggunakan sepatu flat shoes mengajar. Menurut
undangan, acara akan dimulai pukul 07.00. Jadi, aku berangkat pukul 06.15.
Sesampainya di tempat pelantikan, Gedung Mnik Singaraja, aku bertemu teman
seperjuanganku dari Surabaya, Rahma. Lalu, kami masuk di dalam Gedung dan
menunggu acara dimulai. Yap, acara dimulai hampir pukul 09.00. Tapi yang
terpenting ialah acara berjalan dengan lancar. Alhamdulillah aku sah menjadi
guru PPPK sekolah dasar di sini. Alhamdulillah. Aku bersyukur. Semoga lancar
kedepannya.
Speech:
Mencapai di posisi ini sungguh
tidaklah mudah. Mungkin, bagi sebagian orang memandang bahwa aku sangat
beruntung. Yap Alhamdulillah. Namun, tidak hanya beruntung, aku sungguh sangat
bekerja sangat keras untuk hal ini. Aku telah melalui banyak hal yang mungkin
bagi sebagian orang adalah hal mudah, namun tidak bagiku. Terima kasih untuk
usaha dan kerja kerasku. Akhirnya, semua yang dikhawatirkan orang-orang tentang
masa depanku karena mereka selalu bertanya tentang progress apa yang sudah aku
lakukan, sudah mulai terlihat hasilnya. Terima kasih untuk segala doa dan
dukungan. Ini bukan akhir, namun ini adalah awal baru. Semoga aku bisa menjadi
pribadi yang lebih baik, sukses dan bisa melalui semua momen dengan senang dan
ikhlas. Aamiin. Mohon doanya eheheh (sapasih) ahahah.
Tamat.
Komentar
Posting Komentar