PERGI KE JEMBER SETELAH SEKIAN LAMANYA

     Hari ini aku akan menceritakan pengalaman pergi ke Jember setelah sekian lamanya. Aku sudah pergi meninggalkan Jember sebelum pandemi yang sangat ketat, yaitu bulan Maret. Fyi aja, aku terakhir bulan maret ke Jember untuk cap tiga jari sementara plan untuk wisuda sudah hampir mendekati. Sayangnyaa wisuda ditunda sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Yap, memang benar-benar gak menentu dan berujung wisuda online yang gak penting. Nanti akan aku tuliskan setelah cerita ini. Eksklusif haha. 

    Ok yuk, mari bercerita ehehe. 

    Sebelum berangkat ke Jember, aku dan teman-teman sudah berjanji untuk bertemu di waktu yang sekiranya kami bisa. NAH, kita putuskan untuk pergi ke kampus pada hari Jumat pagi, 23 Oktober 2020. Sejujurnya, aku sungguh tidak sabar untuk menanti kedatangan hari dimana aku akan bertemu teman-teman. Sejak senin hingga kamis, aku sudah membayangkan kebahagiaan dan kesenanganku nanti. Oh ya, aku juga tidak ingin membawa tangan kosong, aku akan menghadiahkan sesuatu untuk teman-temanku. Aku sudah menyiapkan sebuah kado yang aku harap teman-temanku akan suka. Hmm aku masih bisa merasakan momen itu. 

    Akhirnya, hari Jumat pun datang. Sebelumnya aku harus menyelesaikan kewajibanku untuk mengajar murid-muridku terlebih dahulu, lalu aku bergegas untuk packing beberapa barang dan tak lupa aku memasukkan hadiah ke dalam tasku yang akan aku bawa pergi ke Jember. Aku pergi ke Jember bersama keluargaku (bapak, ibuk, kakak pertamaku dan kedua keponakanku). Kalau dipikir-pikir yang memiliki kepentingan hanya aku saja, tetapi yang mengantarkanku cukup banyak ekek. Fyi saja, mereka ingin staycation. Dari Surabaya, kita berangkat pukul sepuluh malam. Duh aku tak sabar saat itu. 

    Selama perjalanan, aku tidak bisa tidur sama sekali. Aku sungguh excited menanti hari esok. Pukul dua malam, kita sampai di kota rantauanku pada pukul dua malam. Kita menginap di sebuah hotel yang lumayan dekat dengan kampus. Alhamdulillah. Sesampainya di hotel, aku juga tidak bisa tidur. Entah kenapa. Sungguh, saat itu aku sulit untuk tidur. Aku berusaha untuk tidur agar aku tidak sakit. Mengingat kondisi saat ini rawan dan tidak boleh sakit. Kira-kira aku tidur hanya tiga jam saja. Aku berusaha tidur pukul setengah tiga pagi dan aku terbangun pukul lima pagi. Anehnya, aku tidak merasakan rasa capek sedikitpun. Ya karena aku sangat senang saat itu. 

    Aku segera mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus. Senangnya lagi salah satu temanku, Fina memberikan boncengan untukku. Ah aku jadi ingat betapa seringnya aku nebeng dengannya saat masa kuliah dulu. Rasanya aku ingin peluk dia, tapi urung aku lakukan. Terlalu cheesy sepertinya ekek. Eh btw, tidak hanya Fina, temanku yang lain, Aas juga ikut menjemputku di hotel. Kemudian, kita langsung pergi menjemput temanku yang lain, Qismah. Lanjut, kita pergi ke kampus dan satu temanku yang lain, Nina sudah datang terlebih dahulu. Kita langsung pergi ke Akademik untuk mengambil ijazah dan tetek bengeknya wkwk. Poin utama dari pergi ke kampus ialah bukan untuk mengambil ijazah sebenernya. Bertemu dengan teman-teman ialah yang penting ehehe. 

    Kita saling mengobrol dan sharing tentang beberapa pengalaman yang telah terjadi selama ini. Tertawa, saling memuji dan menyemangati, obrolan waktu itu. Lalu, kita lanjut obrolan kami ke suatu tempat makan yang biasa kami kunjungi saat mahasiswa, yaitu Cak Us. Aku memesan nasi lalapan dan es markisa andalan cak Us. Best. Kita melanjutkan obrolan kami yang terputus saat di kampus. Sejak sebelum makanan datang, waktu sholat Jumat datang dan selesai sholat jumat kami mengobrol tanpa putus. Whoaa keren, lama juga ya. Oh ya, aku memberikan hadiah kepada teman-teman dan nyatanya dia seneng banget dong. Sampai aku ngerasa bahagia melihat mereka tersenyum bahagia saat menerima hadiah dariku. AAAAA so luv.  Lalu, kita memutuskan untuk pergi dan pindah tempat untuk mengobrol kembali. Tepatnya, kita pergi ke JeTos (Jember Town Square). Aku pergi kesana pertama kali dan kesanku dengan tempatnya yaitu bagus. Sayaaang waktu tidak bisa ditawar untuk memperlambat waktu agar kita bisa bertemu kembali. Pukul tiga sore, kita sudah mulai pergi untuk pulang karena Qismah harus mengejar waktu kereta api yang akan membawanya pulang ke Sidoarjo. Momen mulai terasa sedih ketika kami pamit satu sama lain dan saling mengucapkan rasa terima kasih untuk hari itu. Huff sedih mengingatnya eheh.

    INTINYAA, HARI JUMAT ITU MENYENANGKAN. 

    Dunia, tolong segera sembuh. Kami ingin liburan bersama uhuuu. Teman-teman sukses kedepannya yaa, semoga Desember kita bisa bersua lagi dengan kondisi Indonesia lebih baik dari bulan ini. AAMIIN. Sampai jumpaaa. 

Kebersamaan kami luvv.



Sofya Poerwanta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hantu 👻

satu tahun bersama sesosok NPD

selamat ulang tahun, aku 🎂🎉🥳