RENOVASI ATAU REBUILD RUMAH BAGIAN SATU (preambule)
Kali ini aku ingin menceritakan renovasi rumahku yang progressnya lamaaa sekali. Sejak bulan Desember tahun lalu hingga sekarang aku menulis kisah ini rumahku sama sekali belum bisa dikatakan rumah. Huff. Entah aku harus senang apa tidak ketika rumahku di renovasi setelah sekian lamanya. Oke di tulisan ini akan menjadi saksi betapa lama progressnya dan aku akan selalu update kisah renovasi rumah ini setiap satu bulan sekali saja ya? karena memang progressnya super lambat. Takutnya kalau aku update setiap minggu kemungkinan ada satu minggu yang memang tidak ada progressnya sama sekali ehehe. Sangat underestimate sekali diriku ini.
Oke langsung saja aku akan bercerita.
Awal kisah kenapa akhirnya rumahku di renovasi bermula pada bulan Oktober/November. Nah kan lupa, udah terlalu lama soalnya eheh. Memang dari sejak baheula, rumah kami akan di renovasi. Jika kita kembali ke tahun tahun sebelumnya, Orang tuaku bahkan sudah memesan pasir berulang kali dan berujung pasirnya menjadi halaman rumah kami HAHA dikarenakan ya tidak ada progress. Tidak ada tukang. Tidak ada uang /? maybe. Aku juga tidak paham. Entah ada ilham apa, bapakku mulai memanggil tukang dan merobohkan rumah awalku. Yap sebenarnya bukan renovasi, lebih tepatnya RE-BUILD. Oh ya, dikarenakan bapakku memiliki background lulusan vokasi teknik sipil, jadi semua muaaanya diurus oleh bapakku. Mulai dari design dan kontrol tukang, semua ditangan bapakku. Karakter bapakku cukup strict sekali. Terkadang strict-nya membuat aku sebal. Ya gimana nggak sebal, jika bangunan tidak siku sedikit BONGKAR. Tidak sesuai, BONGKAR. Oke masalah ini bisa ditolerir laah. Mungkin dengan strict-nya ini emmbuat rumahku menjadi so byutifuul. Yang masalah ialah bapakku ini tipe karakteristiknya ialah jika sudah nyaman dengan seseorang, ya itu itu saja, Bisa dibilang belaiu ini sangat setia. Setia kepada tukang. Jadi, kami memiliki empat tukang saja, yang mana mereka masuknya seenak mereka saja. Kadang masuk, kadang nggak masuk. Meskipun ada empat, setiap harinya hanya datang dua tukang saja. Bisa kalian bayangkan sendiri, rumah RE-BUILD dan hanya memiliki dua tukang yang datang tiap harinya. Silahkan bayangkan saja kapan rumahku jadi. Sumpah jujur saja ketika aku menulis ini, aku merasa gregetan dan sebal jadi satu hoho. Aku dan seluruh saudarku menyarankan untuk menambah tukang saja demi kemaslahatan jiwa dan raga ini menunggu selesainya rumah. Namun, setia mengalahkan segalanya. Bapakku pernah bilang bahwa "aku sudah cocok dengan tukangnya. Tukangnya sudah tau aku dengan segala strict-nya". Dari sini aku sangat paham, tapi tetap sajaaa. AAAAAAAAAAA. Tolong rekomen tukang dong yang sabar, telaten dan teliti huff.
Oke mari kita bahas progress rumahku selama hampir satu tahun ini. Apa yang bisa kalian bayangkan ketika proses re-build sudah memasuki hampir satu tahun? Tembok sudah jadi? Plavon sudah terpasang? Pemasagan lantai? ... Sssssst sini aku ceritakan.
Selama hampir satu tahun, progress rumahku ialah Alhamdulillah Genteng sudah terpasang, meskipun ada satu bagian yang akan di revisi oleh tukang. Pemasangan plavon juga hampir selesai, tinggal satu petak plavon yang belum terpasang. Progress tembok yang akan dihaluskan dan entah isunya akan direvisi lagi. That's it. Aku sungguh nggak paham, kenapa sampai hari ini juga tidak urung selesai :(( Jika aku disuruh memilih, rumah yag dulu apa sekarang? aku akan jawab, Rumah dulu tetapi dengan sedikit renovasi di bagian dapur dan halaman rumah. Itu saja. Aku nggak pernah membayangkan rebuild rumah loh :( di usia ini, di masa pandemi begini :(. Aku belum punya foto-foto progress rumahku. Mungkin aku akan masukkan foto nanti jika bulan oktober ini berakhir sembari menceritakan progress apa yang baru. Hohoho.
Nah itu saja mungkin cerita tentang renovasi rumah ini. Semoga tulisan ini juga akan menjadi saksi perubahan rumahku setiap bulannya. Inshaa allah aku akan rajin update satu bulan renovasi a.k.a rebuild rumah beserta fotonya. Sekian dulu. Terima kasih sudah mau baca ehehe.
Luvv, Sofya Poerwanta.
Komentar
Posting Komentar