a love letter for my mischievous friend (2020)
Hi Sans!
Aku menulis surat cinta
ini melalui kompetisi menulis ini hanya ingin menyatakan rasa suka dengan cara
yang berbeda. Jujur, aku terlalu malu mengakui dan menyatak perasaan ini
kepadamu. Aku memilih jalan yang berbeda karena caramu memandangku dan
memperlakukanku berbeda dengan teman-teman yang lainnya. Aku sangat ingat
sekali bahwa kita memiliki satu perjanjian bahwa selama kita berteman dilarang
“BaPer a.s bawa perasaan”, tapi aku minta maaf aku harus melanggar janji itu.
Kalau boleh jujur, mempertimbangkan dan akhirnya mengakui bahwa aku memiliki
perasaan berbeda denganmu itu keputusan yang sulit. Aku harus meyakinkan diriku
sendiri bahkan aku sempat bertanya kepada teman-teman yang lainnya padahal aku
belum tau apa perasaanmu kepadaku.
Alasan akhirnya aku
menerima perasaan ini ialah aku selalu ingat bagaimana kamu selalu
memerhatikanku dengan pandangan yang berbeda sementara yang lain memandang
sama. Selain itu, perhatianmu yang kamu selimuti dengan godaan membuatku awalnya
sebal menjadi sangat nyaman dengan caramu berkomunikasi denganku. Hal yang
sangat aku ingat tentang kamu ialah matamu yang selalu berbinar ketika
berbicara denganku, ditambah lagi kamu sering sekali berbagi senyum ketika kita
bercanda bersama. Aku masih ingat itu. Dari semua alasan itu memang terlihat
sekali bahwa aku terlalu percaya diri mengatakan hal itu. Nyatanya, ketika aku
menanyakan alasan itu kepada teman-teman yang lainnya, mereka setuju dengan
anggapan itu. Caramu memandangku itu sangat berbeda meskipun kamu berusaha
menutupi itu semua.
Selama kita bersama, aku
berusaha untuk biasa saja dengan semua perhatian dan sikapmu kepadaku. Bahkan,
aku masih ingat sekali ketika kamu juga berbagi cerita tentang gebetanmu yang
sedang kamu dekati, aku berusaha baik-baik saja meskipun aku juga sedikit sedih
mendengarnya. Hingga empat puluh lima hari sudah selesai, aku merasa sangat
sedih sekali. Aku membayangkan bahwa aku tidak bisa bercanda, bertukar pandang
dan melakukan aktivitas tanpamu. Alasan aku menangis saat itu ialah salah
satunya ialah memori bersamamu.
Setelah kegiatan itu
berakhir, aku sungguh tidak pernah menghubungimu dan kamupun begitu. Bukan aku
tidak menghubungi, hanya saja aku tidak tau apa yang harus au sampaikan
kepadamu. Jika boleh jujur lagi, aku mencari perhatianmu melalui status
Whatsapp dan berharap kamu melihat dan paham tentang kondisiku. Setiap kali
ingin mengetahui kabarmu, aku juga langsung memasang status Whatsapp hanya
untuk mengetahui kamu masih bernafas. Sesungguhnya aktivitas memasang status
Whatsapp setiap hari itu bukan gayaku sama sekali, tapi aku tetap melakukannya
karena aku ingin mendapat perhatianmu. Itu saja.
Aku tidak bisa bilang
bhawa aku sudah cukup berkorban banyak untuk kamu, tapi aku ingin mengatakan
suatu hal bahwa setiap malam aku selalu memimpikan kamu. Bahkan saat aku tidak
memikirkan kamu, kamu datang di mimpiku dengan berbagai cerita. Hingga di titik
ini, aku akhirnya memutuskan untuk mengatakan dan mulai menerima bahwa aku
menyukai kamu. Hari berlalu dan berlalu begitu saja tanpa perubahan. Aku dengan
rasa yang aku pendam dan kamu yang disana entah sedang apa dan apa yang kamu
rasakan. Sejenak aku lupa tentang kamu. Aku mulai kembali menjadi diriku yang
dulu, aku tidak memosting apapun di whatsapp dan aku hampr memutuskan untuk
menjauh darimu. Aku mencoba cek grup kita dahulu dan mengetahui bahwa kamu
mengganti nomormu. (2020)
Aku sangat bersyukur
sekali mengetahui bahwa kamu mengganti nomormu. Sudah hampir setahun lebih
akhirnya aku sudah bisa melupakan kamu beserta kenangan yang pernah kita lalui. Aku berani publish surat ini karena memang aku sudah benar-benar lupa tentang kamu. Bahagia dan sukses selalu. (2021)
Komentar
Posting Komentar