pohon besar dan kursi yang ada di bawahnya
Helaan nafas yang tak terhitung berulang kali yang kuhembuskan hingga tak terhitung jumlahnya. Seketika aku membuka salah satu aplikasi yang sering kali aku buka ketika tidak ada inspirasi untuk menulis, yaitu Tumblr. Aku melihat salah satu potret yang menggugah dan itu membuatku lebih tenang. Potret itu menunjukkan suasana yang hangat dengan adanya satu kursi di bawah pohon. Aku mulai menyelami gambar tersebut dan membayangkan apa yang akan aku lakukan ketika aku berada disana.
Aku
mulai memejamkan mata dan mulai merasakan tubuhku berada di dalam potret
tersebut.
Angin
yang entah datang darimana berhembus menerpa rambutku yang kusut terurai.
Seketika aku mengatur rambutku lebih rapi serta membenarkan kacamataku yang
suka sekali melorot karena tidak ada penyangga. Asal kalian tau aku memiliki
hidung yang tumbuh ke dalam alias pesek. Kakiku mulai sedikit gatal karena
adanya tanaman yang cantik karena mereka sedang mekar. Bunga putih. Aku sungguh
tidak mengenal bunga karena memang aku tidak terlalu tertarik dengannya. Aku
bisa melihat kursi yang ada di bawah pohon tersebut. Aku perlahan-lahan datang
menuju kursi tersebut. Angin tetap berhembus. Itu membuatku harus selalu
merapikan rambutku yang terkena terpaan angin. Perlahan-lahan. Akhirnya sampai.
Aku sempat melihat sekitar untuk memastikan kepunyaan kursi tersebut. Aku
tengok ke kanan dan kiri, belakang dan depan. Tidak ada seorang pun disana. Aku
menyentuh sandaran kursi tersebut dan dirasa aku sudah pas rasa hatiku untuk
menduduki tersebut, aku pun duduk.
Aku
duduk dan mengamati sekitar. Aku merasakan angin yang selalu menerpa wajahku.
Aku mencoba untuk menikmati keheningan ini. Suara angin, sinar matahari yang
hangat, dan perasaan yang tenang ini adalah paket terbaik untuk kondisi diriku
yang berkecamuk. Sungguh, aku tidak mengingat semua kekhawatiranku yang selama
ini membuat diriku berhenti untuk melakukan kegiatan biasanya. Saat itu aku
menikmatinya.
Nafasku
mulai teratur. Pikiranku sudah tenang dan saat itulah aku sadar bahwa aku sudah
mendapatkan anugerah yang tidak pernah muncul di sekitarku. Akhirnya. Kata itu yang muncul ketika aku
merasakan ketenangan itu. Aku memejamkan mata menkmati ketenangan tersebut.
*SUARA
NOTIFIKASI CHAT* “ting”
Sejak
suara notifikasi itu muncul, aku mulai membuka mataku dan menyadari bahwa aku
sedang ada di atas kursi kerjaku. Ponselku berada tepat di atas meja dan masih
menyala dengan postingan potret pohon besar yang memiliki kursi tepat di
bawahnya serta sinar matahari yang hangat menyinarinya.
Aku
seketika sadar bahwa hal yang aku butuhkan saat ini ialah ketenangan.
Komentar
Posting Komentar